
JURAGANQQ.ORG - Kira-kira kamu mau nggak disuruh melewati gurun garam terbesar di dunia? Bisa jadi kamu bakal langsung menolaknya, apalagi kalau melakukannya hanya dipandu dengan GPS. Hanya saja inilah yang dilakukan oleh seorang guru yang buta dari Perancis, Albar Tessier, yang mencoba menaklukan tantangan melewati Salar de Uyuni yang merupakan gurun garam terbesar di dunia.
Albar melakukan tantangan ini memang untuk dirinya sendiri sebelum benar-benar kehilangan penglihatannya secara total. Ia juga dilaporkan sudah melakukan latihan selama beberapa tahun belakangan. Nah lewat tantangan ini Albar ingin menunjukkan pada dunia kalau orang-orang disabilitas juga bisa melakukan hal-hal luar biasa.
Ingat kan tadi kita sebut soal GPS? Yap, untuk tantangan ini Albar berjalan seorang diri dan hanya dipandu oleh Audio GPS dengan tim emergency yang memantaunya dari jarak aman. Perjalanan Albar melintasi Salar de Uyuni sendiri dimulai pada 17 Juli 2018 kemarin hingga 23 Juli mendatang. Albar sendiri berharap ia bisa menempuh jarak 20km setiap harinya. Jelas ini tantangan yang berat, bahkan untuk orang normal sekalipun.
Berangkat dari desa Llica dan berjalan sejauh 140 kilometer ke desa Colchani, Albar pun berjalan sambil membawa kereta luncur yang berisi bekal makanan, air, kantong tidur dan berbagai persediaan lainnya. Albar juga akan diikuti oleh dokter dan tim darurat jika situasi berbahaya mengancamnya. Walau begitu Albar sudah meminta agar timnya untuk menjaga jarak aman di belakangnya dan tidak menawarkan bantuan apapun kecuali ia memang memintanya melalui radio satelit.
Salar de Uyuni sendiri merupakan area yang memuat 50% sampai 70% dari cadangan lithium dunia. Selain itu gurun garam terbesar di dunia ini juga merupakan salah satu tempat wisata yang penting di Bolivia. Dengan hanya berbekal panduan Audio GPS, kira-kira kamu berani nggak melakukan tantangan seperti Albar?



No comments:
Post a Comment